KUNJUNGAN DIREKTUR DIKDASMEN YPI-ALAZHAR KE CILEGON

Sekolah Al-Azhar memiliki komitmen bahwa pendidikan adalah dasar pembentukan watak bangsa maka dalam menjalankan fungsinya, sekolah Al-Azhar menekankan pada proses pendidikan yang memperhatikan semua aspek kemanusiaan seperti sosial, moral, religius, emosi dan juga hati. Seluruh aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan visi dan misi Al-Azhar yaitu integrasi imtaq (iman dan taqwa) dan iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).
Sekolah AL-Azhar memiliki visi mendidik siswanya agar menjadi calon cendekiawan muslim yang bertaqwa dan berakhlaq mulia, sehat Jasmani dan Rohani, cerdas, cakap, dan terampil, percaya diri, memiliki kepribadian yang kuat, berwatak pejuang, memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri dan keluarganya dan bertanggung jawab atas pembangunan umat dan agama, yang disampaikan langsung oleh Cecep Kurnia, Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah YPI-Al-Azhar Jakarta, saat bersilaturahmi dengan orang tua murid Sekolah Al-Azhar YPWKS, selasa, 24 Januari 2012 di Kampus Al-Azhar 1 YPWKS.

Untuk itu perguruan Islam Al-Azhar mengembang misi sebagai berikut: Menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang berkualitas berazaskan Islam; Menyiapkan anak didik menjadi manusia yang berakidah, bersyariah, dan berakhlaq mulia; Membekali anak didik dengan kemampuan, ilmu pengetahuan, dan ketrampilan untuk dapat dikembangkan pada jenjang pendidikan selanjutnya untuk kemudian mereka dapat berkiprah di masyarakat sebagai pemimpin umat dan agama.

Alumni Al-Azhar diharapkan mampu mengembangkan jati dirinya sebagai warga negara dengan integrasi moral dan akhlak yang tinggi, belajar sepanjang hayat secara mandiri, memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial, fisik dan budaya, menghasilkan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri dan bangsa, berjiwa entrepreneur, bersikap jujur, menjaga amanah, disiplin dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari hari di rumah, di sekolah dan di lingkungan masyarakat, memperlihatkan sikap peduli, empati, berani meminta maaf dan memaafkan, serta mampu memberi dan menerima kasih sayang di sekolah, di rumah dan di lingkungan masyarakat.Singkatnya generasi emas yang dari Al-Azhar akan membawa negara Indonesia menajdi negara maju karena memiliki integrasi moral dan akhlak yang tinggi, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Prof. DR. Buya Hamka. Ketua Umum YPI Al-Azhar Periode VI-VIII 1976-1983

Al-Azhar adalah nama yang sangat dikenal masyarakat. Nama besar AL-Azhar rasanya sulit untuk dipisahkan dari nama Universitas yang ada di Mesir, yang merupakan Perguruan Tinggi Islam tertua di dunia. Perguruan ini telah banyak melahirkan banyak tokoh -tokoh besar dalam dunia Islam. Dalam catatan sejarah, berkat ketokohan dan kharisma seorang ulama besar Indonesia yaitu, Prof. DR. Buya Hamka, maka Rektor Universitas Islam Al-Azhar Mesir Prof. DR. Mahmoud Syaltout yang pada waktu itu sedang melakukan kunjungan di Indonesia (1960) berkenan untuk meletakkan nama Al-Azhar pada sebuah Masjid Agung yang kemudian dikenal dengan Masjid Agung Al-Azhar yang berkedudukan di Jalan Sisingamaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang kemudian menjadi pusat perguruan Al-Azhar. Perguruan ini secara efektif dan konsisten melakukan pembinaan dan pengelolaan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar. ungkap pak Cecep.

Kemudian Cecep Kurnia melanjutkan……, Untuk menghindari penggunaan nama Al-Azhar secara ilegal dan tidak bertanggung jawab, sekolah Al-Azhar di bawah naungan Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar mencantumkan kata Islam dan memberikan nomor urut sekolah baik KB/TK, SD, SMP, dan SMA yang tersebar di wilayah negeri ini. Hingga kini SD Islam Al-Azhar di seluruh Indonesia telah mencapai nomor urut 35 dan terus bertambah. Jaringan-jaringan sekolah yang tersebar di nusantara (nama-nama sekolah Al-Azhar bernomor) memudahkan bagi orang tua yang pindah ke kota lain untuk suatu pekerjaan dinas.



Leave a Reply